Minggu, 05 April 2009

GIS dan Teknologi Pangan

Sistem Informasi Geografis (bahasa Inggris: Geographic Information System disingkat GIS) adalah sistem informasi khusus yang mengelola data yang memiliki informasi spasial (bereferensi keruangan). Atau dalam arti yang lebih sempit, adalah sistem komputer yang memiliki kemampuan untuk membangun, menyimpan, mengelola dan menampilkan informasi berefrensi geografis, misalnya data yang diidentifikasi menurut lokasinya, dalam sebuah database. Para praktisi juga memasukkan orang yang membangun dan mengoperasikannya dan data sebagai bagian dari sistem ini.

Teknologi Sistem Informasi Geografis dapat digunakan untuk investigasi ilmiah, pengelolaan sumber daya, perencanaan pembangunan, kartografi dan perencanaan rute. Misalnya, SIG bisa membantu perencana untuk secara cepat menghitung waktu tanggap darurat saat terjadi bencana alam, atau SIG dapat digunaan untuk mencari lahan basah (wetlands) yang membutuhkan perlindungan dari polusi.

Dalam teknologi pangan, Sistem Informasi Geografi digunakan untuk memetakan keberadaan tanaman pangan, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Berdasarkan hal tersebut, kita bisa menentukan tempat mana yang sesuai untuk digunakan sebagai pabrik pengolahan pangan. Kita bisa menentukan lokasi yang dekat dengan bahan baku, ataupun lokasi yang dekat dengan tempat pemasaran. Aplikasi GIS yang digunakan dalam teknologi pangan diantaranya adalah foodtrace dan quality trace.